Followers

Facebook Comments

Saturday, August 6, 2011

SECANTIK BUNGA MAWAR


SESEKALI bermonolog bersendirian... Bunga yang cantik dengan warna merah serta putih ini sering digunakan sebagai ungkapan perasaan cinta. Bunga mawar memang memiliki keindahan namun sayangnya bunga ini memiliki duri yang tajam sehingga dapat membuat tangan mengalami pendarahan. Setiap mawar memiliki perbedaan, baik warna, susunan, ukuran, tinggi, dan jumlah durinya. Maka itulah gambaran aku ketika ini...

Bila melihat bunga mawar ini, umpama kita memikirkan seorang wanita. Kenapa? Aku fikirkan kedua-dua bunga mawar merah dan putih memiliki 2 sifat yang berbeza. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan tersendiri. Mungkin tidak bagi sesetengah individu, tetapi juga benar. Jikalau aku diberi pilihan, aku akan memikirkan bunga mawar ini sebagai satu gambaran yg paling jelas untuk aku membuat pilihan yg tepat sebelum membuat keputusan.

Bagi aku, kedua-dua bunga mawar itu adalah terbaik. Telah dicipta dengan keistimewaan masing2. Cuma susah untuk memilih. Demi kehidupan yg lebih baik. Haha. Ada org tanye aku, kamu suke pompuan yang macam mane? aiyo... Soalan susah tu. Aku cuma boleh kate "Terpulang... Jodoh Ditangan Allah..." hehe... Eeee.. tak nak la ckp, nanti terlalu memilih plak kan... hehe... Aku simpan je dalam hati... tak nak share sape2... hahaha... peace! no war!

Jika aku menunggu mekarmu penuh
Akankah harummu mampu kurengkuh
Di sini menanti, kuncupmu tumbuh
Sembari cemas ini tak jua mau luruh

Di bawah semburat putihmu nan teduh
Anganku mengembara mengkhayal jauh
Sepucuk kata terkulum, akankah jatuh
Di antara desah resah penuh kisruh

Oh mawar muda nan ayu bersahaja
Dalam panas mentari, elokmu menebarkan makna
Menepiskan duka, menghantarkan bahagia
Menarik segenap alam tuk hening memuja

Bagai bidadari, kau mewujud dalam kembang
Mengalirkan manis madu pada sejuta kumbang
Meski badai bertiup, kau tetap tegak tak tumbang
Ketegaranmu seakan mengapus ragu dan bimbang

Di penghujung musim berselimutkan mega,
Bermain-main engkau dengan angin kelana
Dan sang bayu terus saja nakal nekat menggoda
Malu-malu memuji indahmu, angin berkata

Sepoi-sepoi bercanda di antara kelopak lentik
Semilirnya menitipkan embun sepercik
Sebagai sajak rayuan yang lembut menggelitik
Padamu, mawar muda, Oh yang teramat cantik

Namun musim ini mesti segera berganti
Mengikuti kemana bintang gemintang menunjuk tinggi
Sang angin pergi, berjanji dalam diam tuk kembali
Meski masa depan tak memberi jawaban pasti

Jauh di sini, aku terus menorehkan rindu
Tentang sekuntum mawar di bawah langit biru
Dan aku hanya bisa menerawang membisu
Sebab waktu tak sedang berpihak padaku

Di suatu masa, saat aku kembali datang
Masihkah kau di sana, di hamparan padang
Tak terpetik, hidup bebas dengan riang
Menghirup cucuran hujan bersama ilalang

Dan jikalau akhirnya takdir kemudian mengijinkan
Kuundang kau ke tanahku di sebrang lautan
Kugenggam benihmu, kubawa pulang dalam hembusan
Kutanam, dan selamanya kurawat di tengah taman

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

autumn

autumn

snow

snow

INTERNATIONAL